Tampilkan postingan dengan label SUNGAI CIMANUK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUNGAI CIMANUK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015

Sungai Cimanuk kering

selamatkan Cimanuk dari pencemaran

Sungai Cimanuk kering

Sungai besar setelah sungai Citarum dan merupakan sungai terpanjang di Jawa barat ini kering dimusim kemarau. Air dari mata air dari pegunungan Papandayan dan gunung Cikurai dari selatan Jawa Barat habis di tengah jalan. Bila terdapat air di anak-anak sungai (cabang-cabang sungai yang membelah sungai) hanyalah air pasang dari laut. Perahu nelayan kursin jenis kursin tak dapat masuk muara. Bila terlanjur berada di jalur sungai pun akan terdampar. Hanyalah perahu perahu kecil saja yang dapat keluar masuk jalur sungai. Pemandangan sungai Cimanuk sementara hanya sampah dan endapan lumpur kering. Bendungan karet tak berfungsi dan nyaris rusak oleh tumpukan sampah. Tampak dari atas bendungan karet di desa Brondong nelayan hanya menunggu air untuk bisa melaut atau masuk ke dalam jalur sungai. Masih perlu tindakan pengerukan dasar sungai agar perekonomian nelayan tidak terhambat. (rg Bagus)

Minggu, 14 Juli 2013

Perahu ditinggal pemiliknya terdampar di tepi sungai

selamatkan Cimanuk dari pencemaran













Perahu ditinggal pemiliknya terdampar di tepi sungai

Rabu, 06 Februari 2013

Jumat, 12 Oktober 2012

JEMBATAN DI ATAS SUNGAI CIMANUK

selamatkan Cimanuk dari pencemaran

JEMBATAN PECUK

JEMBATAN DI KOTA INDRAMAYU

KEMBATAN JATIBARANG

JEMBATAN BANGKIR

Senin, 01 Oktober 2012

JEMBATAN DI ATAS SUNGAI CIMANUK TEMPO DOELOE

selamatkan Cimanuk dari pencemaran



SUNGAI CIMANUK

selamatkan Cimanuk dari pencemaran


Ci Manuk ("Kali Manuk") adalah sungai yang berada di bagian timur Propinsi Jawa Barat. Ci Manuk berhulu di kaki Gunung Papandayandi Kabupaten Garut pada ketinggian + 1200 di atas permukaan laut (dpl), mengalir ke arah timur laut sepanjang 180 km dan bermuara diLaut Jawa di Kabupaten Indramayu. . Ci Manuk pada bagian hilir cukup lebar sehingga dapat dilayari oleh kapal relatif besar. Pada abad ke-16, muara Ci Manuk adalah pelabuhan yang ramai dan menjadi salah satu pelabuhan milik Kerajaan Sunda, sebagaimana dilaporkan oleh Tome Pires sebagai "Chemano".
Daerah Aliran Sungai Ci Manuk sekarang dipakai untuk memasok irigasi sawah irigasi Indramayu dan Cirebon, sebagai daerah penghasil padi utama. Daerah Aliran Sungai Ci Manuk berada dalam pengelolaan Balai Besar Ci Manuk-Ci Sanggarung dan merupakan satu kesatuan aliran sungai Ci Manuk yang terdiri dari 5 Kabupaten yakni Garut, Sumedang, Majalengka, Indramayu dan Cirebon, dan langsung membelah beberapa kota di antaranya adalah Jatibarang dan Indramayu.